Sabtu, 04 September 2010

Headlines:

Takut Iran, Israel Desak Rusia Batalkan Perjanjian

E-mail Cetak PDF
MOSKOW (Berita SuaraMedia) – Kremlin telah berjanji untuk mempertimbangkan kembali rencana perjanjian pengiriman rudal pertahanan udara ke Iran, ujar Presiden Shimon Peres pada hari Rabu. Presiden Rusia, Dmitry Medvedev melontarkan janji itu dalam pembicaraan antara keduanya di kota Sochi pada hari Selasa.

"Presiden Medvedev berjanji akan mempertimbangkan kembali penjualan S-300s karena akan mempengaruhi keseimbangan rapuh yang ada di Timur Tengah," ujar Peres. Juru bicara Kremlin tidak langsung mengomentari pernyataan Peres tersebut.

Rusia telah menandatangani sebuah kontrak untuk mensuplai rudal S-300s ke Iran, namun berlamban-lamban dalam mengirimkannya.

Israel dan AS khawatir Iran akan menggunakan rudal itu untuk melindungi fasilitas nuklirnya – termasuk pabrik pengayaan uranium di Natanz atau reaktor nuklir pertama negara itu, yang sedang diselesaikan pengerjaannya oleh pekerja Rusia di Busherhr. Rudal itu akan membuat serangan militer ke fasilitas Iran semakin sulit.

Para petinggi Israel dan AS telah mendesak Moskow untuk tidak mensuplai senjata tersebut, dan isu ini pun telah menjadi subyek perselisihan diplomatik yang alot selama bertahun-tahun.

Pemerintah Rusia mengkonfirmasi di bulan Maret bahwa sebuah kontrak mengenai rudal telah ditandatangani dengan Iran dua tahun lalu, namun seorang pejabat tinggi pertahanan Rusia mengatakan di bulan April bahwa belum ada pengiriman yang dilakukan.

Analis mengatakan bahwa Moskow mungkin sedang menggunakan kontrak S-300 sebagai kekuatan tawar dalam hubungannya dengan AS dan Israel.

Israel menginginkan Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, untuk meningkatkan tekanan pada Teheran atas program nuklirnya. Iran, yang presidennya telah menunjukkan kebencian terhadap Israel, bersikukuh bahwa program nuklirnya hanya didesain untuk menyediakan pasokan listrik. Namun, Israel, AS, dan negara-negara lain khawatir jika Iran diam-diam mengembangkan senjata nuklir.

Pembicaraan tersebut juga dimanfaatkan betul-betul oleh Israel, termasuk dalam pembicaraan permasalahan Israel – Palestina.

"Bagaimana ketegangan Timur Tengah dapat menimbulkan kekhawatiran di Rusia, akan menjadi pusat perhatian dalam pertemuan ini," ujar Kremlin sebelum pertemuan di Sochi.

Pembicaraan akan fokus pada negosiasi damai antara Israel - Palestina dan persiapan konferensi internasional mengenai Timur Tengah yang akan diselenggarakan di Moskow akhir 2009.

"Krisis Palestina - Israel meningkatkan ketegangan regional dan menjadi penghambat bagi perkembangan Israel dan negara-negara lainnya. Hanya upaya bersama yang dapat membantu kita mengatasi kebuntuan ini, menstabilkan situasi, dan membuka kembali pembicaraan di bawah hukum internasional yang berlaku. Kedua pihak akan saling bertukar pendapat mengenai persiapan konferensi internasional Moskow tentang Timur Tengah," ujar seorang pejabat.

Kunjungan Peres ke Rusia ini adalah yang pertama kalinya sejak ia menjabat sebagai presiden pada tahun 2007 lalu.

Rusia merupakan anggota Kuartet Timur Tengah, yang terlibat dalam mediasi proses perdamaian konflik Israel-Palestina. AS, PBB, dan Uni Eropa adalah anggota lain dari Kuartet tersebut.

Pertemuan antara Medvedev dengan Peres ini dilakukan di saat-saat tingginya ketegangan antara Israel dan sekutu utamanya, AS, mengenai perbedaan cara dalam mengatasi Iran dan kesulitan dalam mengontrol aktivitas pemukiman Yahudi.

Rusia dan Israel juga tengah berada dalam perjanjian untuk bekerjasama melawan segala upaya "falsifikasi sejarah", terutama penyangkalan Holocaust dan peran Rusia dalam mengalahkan Nazi Jerman di Perang Dunia II. (rin/jp/cns/sm) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Altetik

Federer Tak Terhadang, Davdenko Tumbang
Kejutan lain terjadi saat unggulan ke-11 Marin C...More »

Berita Gadget Terkini

Sony Kembangkan Laptop 3D Canggih Dengan Kacamata Istimewa
"Teknologi frame sequential dengan cepat memutar...More »

Otomotif Terbaru

Veloce 1200, Motor Sporty Nan Gahar Dengan Jiwa Streetfighter
Veloce didukung oleh mesin canggih bertenaga bes...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon